Jum'at sore begini, tadinya saya mau jogging ke Cindelaras. Tapi niat itu saya batalin saat saya ngeliat pak Didik. Saya malah kepikiran buat bantuin pak Didik yang lagi ngurusin tanamannya.
"lagi sibuk ya, pak? Saya boleh bantuin?"
"eh, kamu Riz. Iya nich' biasalah namanya juga pensiunan. Daripada plonga-plongo nggak ngapa-ngapain, mendingan saya ngurusin tanaman-tanaman ini. Silahkan, kalo kamu mau bantuin. Kebetulan saya baru beli pot sebesar lemari yang belum dipindahin"
*Busyeet, kaya'nya saya bakalan di suruh mindahin pot yang segedhe lemari nich*
"emang pak Didik seneng melihara tanaman, ya?" tanyaku ke pak Didik.
"oh iya,, dari muda dulu memang saya hobinya memelihara tanaman. Karna bapak saya dulu juga hobinya memelihara tanaman, jadinya saya ketularan. Kalo nak Rizky suka juga nggak, sama tanaman?".
"lumayan suka, , , tapi saya sukanya yang sejenis bunga, pak. Mulai dari bunga Mawar, bunga
"Riz, tolonk donk. Bantuin saya pindahin tanaman ini ke pot yang lebih besar sebelah sana!" kata pak Didik, sambil menunjuk ke arah pot tanaman yang terbuat dari tanah liat yang terlihat masih kosong.
"ya, pak"
"tapi hati-hati ya, memindahkannya. Jangan sampe akarnya pada rusak. Soalnya ini salah satu tanaman kesukaan saya" pak Didik mewanti-wanti saya supaya berhati-hati dalam memindahkan tanamannya.
Saya dan pak Didik pun memindahkan tanaman miliknya dari pot asalnya, ke pot kosong yang berukuran agak besar. Setelah itu, pak Didik menambahkan tanah dan pupuk ke pot yang telah diisi tanaman tersebut.
"kamu tahu nggak, bahwa kebanyakan tanaman itu mempunyai akar yang sama panjang dengan batangnya?".
"masa' sich pak? Berarti, pohon kelapa atau beringin itu, akarnya panjang juga donk??"
"oh' iya. . .! Semakin tinggi atau panjang batang pohonnya, maka akarnya pun akan semakin panjang. Dan itu sebenarnya berlaku juga dalam kehidupan manusia".
"maksud bapak, kalo akar kita makin panjang, maka batang kita akan semakin panjang juga, ya??"
*o'ONnya kumat*
"maksudnya gini, Riz. Kalo hal itu kita analogikan, maka batang
"oh iya, pak. Eniwei linda kemana ya? Koq dari tadi kaya'nya nggak kelihatan!" tanyaku tentang Linda, anaknya pak Didik yang cantik itu.
"ooh, Linda sudah dijemput pacarnya tadi. Katanya sich mau ke Gramed**."
Dan jawaban pak Didik itu jelas memupuskan harapan saya untuk bisa PDKT dengan Linda! :'(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar