Kamis, 01 Maret 2012

Sudut Pandang ke-dua (a Sign of Love)

Sabtu sore itu, saya sendirian menyusuri jalanan tepatnya di jln_Tambra. Nggak tau mau ngapain? Bukannya saya nggak punya keinginan untuk jalan maupun nonton sama pacar. Tapi karna semenjak lahir saya MENJOMBLO. Pengen juga nongkrong sama temen-temen di tempat yang cozy. Tapi kebetulan duit di dompet saya cuman ngepas buat makan sehari-hari, hingga tiba gajian berikutnya(bilang aja gag punya duit pake muter-muter sgala critanya).

Pas saya lagi jalan sambil bengong, saya lihat dari arah depan ada bapak-bapak yang kelihatannya nggak bisa ngelihat, hendak menyebrang jalan. Dan melihat hal itu, saya jadi tergerak untuk menyebrangkan bapak tersebut.
"Mari pak, saya sebrangkan" ajak saya sambil menggandeng tangan bapak itu, untuk nyampe ke sebrang jalan.
"Trimakasih ya, De" ucap bapak itu sambil tersenyum.

Sesampainya di sebrang jalan, saya bertanya kepada bapak itu.
"emang bapak mau kemana?". Bapak itu kembali tersenyum saat menjawab pertanyaan saya.
"kalo dilihat dari pakaian bapak, coba ade' tebak. Bapak mau kemana??". Aneh juga nich, bapak. Saya tanyain eeh' malah dya balik nanya ke saya. . .
"emmm . . . pasti bapak mau karaokean, khan???" jawab saya lantang.
#pletakk# {stick yang dipake bapak itu buat jalan, mencium kening si penulis dengan kecepatan 130km/jam!}
"bapak
mau dugemmau ke mushola, de'." jawab bapak itu sambil mengarahkan mata ketiganya ke arah minimarket nan bersih dan terlihat megah tepat didepan kami.
"bapak salah arah, pak. Itu khan INDOMARET. kalo bapak mau ke mushola, ke arah sana!"{sambil menunjuk kearah mushola} *dasar o'On!! orang tunanetra ditunjukin arah pake telunjuk. knapa nggak skalian aja pake sandi morse!*
"iya, bapak khan mau mampir dulu di INDOMARET. mau beli futami 17, soalnya lagi promo beli 2 GRATIS 1, hwehwehwee"
"ah, bapak tau aja kalo di INDOMARET tuch emang banyak promonya. Yaudah yu' saya anterin, tapintar gratisannya buat saya ya? :D"


Setelah selesai minum bersama di depan Indomaret, terlintas dipikiran saya untuk mengantarkan bapak ini ke mushola. Skalian mau tobat!! Siapa tau aja dari situ saya bisa dapet hidayah berupa uang yang banyak, biar bisa saya pake buat karaokean atau Dugem:q.


Setibanya di dalam mushola, saya dan bapak tadi mengambil air wudhu, kemudian ikut shalat maghrib berjama'ah. Ketika semua jama'ah sudah keluar mushola. Tinggallah saya dan sang imam shalat. Lho, bapak yang buta disebelah nggak dianggep ya! (sbenernya yang buta siap sihh?). Kemudian si bapak tersebut menyandarkan tubuhnya ke dindimg pinggiran musholla, sambil tiada henti-hentinya mengucap kata 'Alhamdulillah'. Terus terang, saya kagum melihat sosok bapak yang buta ini. Satu sisi dia mengalami cobaan yang cukup berat, berupa kebutaan. Tapi disisi lain, dia senantyasa beryukur kepada Allah.


Dan terdorong oleh rasa penasaran, saya pun memberanikan diri untuk bertanya ke bapak itu,
"pak, saya boleh nanya nggak?" saya mencoba meminta ijin terlebih dahulu, untuk menanyakan.
"tanya apa? Asal jangan tanya soal matematika aja. Bapak udah lupa!" jawab bapak itu sabil tak pernah lepas dari senyumnya.
"kira-kira nomor togel yang bakal keluar minggu depan berapa ya??? {hallah kayaknya udah error stadium tiga nich} Bapak buta sejak lahir ya?" tanyaku dengan nada yang sangat hati-hati. Tapi mendengar pertanyaan seperti itu beliau makah kembali tersenyum.
"nggak de'. Bapak mengalami kebutaan bukan semenjk lahir. Tapi baru aja benerapa tahun yang lalu" jawab bapak itu tenang.
"kalo boleh tau, apa penyebabnya pak?"
"penyebabnya adalah cinta!" jawab bapak itu dengan melemparkan senyumnya yang lebih lebar.
"koq bisa, pak?" tanyaku semakin penasaran.
"khan ada istilahnya, bahwa cinta itu buta! Hwehwehwee.." jawab bapak tersebut dengan diiringi tawanya.


Melihat hal itu saya jadi ikutan ketawa. Tapi dibalik itu, saya semakin kagum sekaligus merasa heran dengan bapak yang sedang duduk dihadapan saya ini. Karna kalo saya mengalami kebutaan sepertinya, maybe.... I'll feel so sad and not be able to smile seumur hidup saya.
"maksudnya gimana, pak? koq cinta
laurabisa menyebabkan bapak jadi buta?" tanyaku untuk mengurangi luapan rasa penasaran.
"Begini critanya, De'. Bukannya sombong, tapi dulu bapak dalah seorang pengusaha yang tergolong sukses. Alias orang kaya!! (sambil menepuk-nepuk dadanya) Dan dengan kesuksesan itu, bapak bisa memiliki apa yang bapak inginkan. Bahkan dengan kesuksesan itu juga, bapak sering bersenganh-senang dengan menghambur-hamburkan uang. Bapak sering dugem dan mabuk-mabukan, sering ikutan judi sama temen-temen, sekear buat have fun. serta tidak ketinggalan {wajib??} bapak pun suka main cewe' saat itu".


Wah kalo denger dari critanya tadi, masa lalu bapak itu ternyata bertolak belakang banget ya, dengan keadaan dia skarang.
"trus, knapa bapak bisa jadi seperti ini??" saya masih bertanya dengan intonasi penasaran.
"kan' diawal tadi bapak udah bilang, ini semua karna cinta" bapak itu kembali tersenyum ketika menjawab pertanyaan saya.
"Critanya gini, suatu hari ketika bapak pulang dari dugem dengan mengendarai mobil, dan dalam keadaan mabuk. Waktu itu, bapak nyetir dengan ugal-ugalan, mungkin karna dibawah pengaruh alkohol. Hingga pada akhirnya, mobil yang bapak kendarai menabrak pembatas jalan tol. Dan menyebabkan mobil bapak hancur berantakan.
lebih berantakan dari muka kamuKaca mobil bapak pecah berkeping-keping, dan sebagian kaca itu terlempar kearah wajah bapak hingga mengenai mata. Sehingga semenjak saat itu mata bapak menjadi buta."


Sebuah kecelakaan yang mengenaskan, meskipun sebenernya itu adalah akibat ulah si~bapak itu sendiri.
" Emang waktu itu bapak nggak berobat? Khan bapak punya banyak uang??"
"cobaan yang bapak terima, ternyata belum cukup sampe disitu De'. Setelah kejadian itu, bapak tidak bisa berbuat apa-apa dan bapak merasa sangat stres!! Saat itu bapak pikir, bapak telah kehilangan segalannya. Bapak tidak bisa lagi menikmati indahnya
wanitadunia, yang biasa bapak nikmati. Bahkan bapak merasa hidup ini sudah tidak ada artinya lagi."
"dan sejak mata bapak mengalami kebbutaan, satu/satu orang yang tadinya dekat dengan bapk, mereka pergi meninggalkan bapak. Bahkan beberapa rekan bapak, tega menghancurkan bisnis yang telah bapak bangun."
"yang lebih ironisnya lagi istri yang sangat bapak harapkan saat itu, malah pergi meninggalkan bapak dan berselimgkuh dengan sahabat bapak sendiri_setelah dia melihat keadan ekonomi bapak yang semakin jatuh dan terpuruk karna kebutaan ini".



Terus terang, saat dengar cerita itu, saya jadi semakin miris dengan apa yang bapak itu alami.
"lalu, bagaimana kehidupan bapak selanjutnya?"
"Setelah semua orang pergi meninggalkan bapak, bapak sudah tidak punya apa-apa lagi. Rumah bapak pun dijual oleh mantan istri bapak, hingga akhirnya bapak harus terusir dari rumah sendiri. Saata itu bapak nggak tau mesthi kemana? Karna orang tua bapak sudah tiada, dan saudara-saudara bapak juga sejak lama menjauhi bapak. Akibat ketikabapak masih jaya, yang tidak pernah perduli dengan kesusahan mereka".
"Hingga pada suatu hari. Saat bapak tengah berjalan sendiri tanpa tau arah dan 7an. Ada seorang pengurus sebuah pesantren, yang kebetulan kenal dengan bapak. Karna dulu almarhum orang tua bapak sering mengajak bapak ketika menyumbang di pesantren tersebut." lanjut bapak itu yang berusaha mengingat seluruh kejadian yang telah dia alami.
"di pesantren itu, pada awalnya bapak masih belum bisa menerima segala cobaan ini. Bapak merasa ini adalah sebuah kutukan yang diberikan Allah kepada bapak. Akibat semua keburukan yang telah bapak lakukan ketika masih punya uang!"
"Namun berulang kali, para pengurus pesantren itu terus berusaha untuk menyadarkan bapak. Dan mereka mengajak bapak untuk mulai mendekatkan diri kepada Allah, dengan shalat, dzikir, dan ibadah lainnya. Yang mana hal tersebut sama sekali tidak pernah bapak lakukan ketika bapak masih menjadi orang yang normal dan sukses. Dan kamu tau, apa yang bapak rasakan setelah melakukan PDKT kepada Allah?" tanya bapak itu ke saya.
"Apa tuch pak??"
"Bapak baru menyadari, ternyata kejadian tragis yang telah bapak alami itu, bukan karna Allah benci atau mengutuk bapak. Namun sebaliknya, itu semua karna Allah cinta sama bapak." jawab bapak itu sambil melemparkan senyumnya lagi kearah saya. Dan dibalik senyumnya itu, terlihat ada air mata yang menetes membasahi pipinya.
"koq bapak bisa berfikir seperti itu ?" saya bertanya lagi, karna masih belum bisa mengerti maksud dari pembicaraan si~bapak tadi.
"selama ini bapak diberikan nikmat yang begitu banyak oleh Allah, berupa kesehatan dan harta yang melimpah. Namun apa yang bapak lakukan dengan semua kenikmatan itu? Bapak tidak pernah bersyukur ats itu semua. Bahkan bapak sama skali tidak pernah mau dekat atau mengenal Allah. Karna bapak terlalu terlena dengan semua kenikmatan dunia yang bapak dapatkan. Kalo Allah tidak sayang sama bapak, dengan memberikan tanda cinta berupa kebutaan dan kejadian lainnya, mungkin bapak akan terus terlena oleh harta dan kenikmatan dunia hingga akhir hayat bapak nanti. Dan bapak akan mati dalam keadaan yang kotor dan tidak mengenal Allah sama sekali. Tapi untunglah, Allah masih sayamg kepada bapak. Allah masih mau memberikan sebuah tanda cinta berupa kebutaan dan kejadian tragis yang bapak alami lainnya. Hingga saat ini, bapak bisa mengenal dan merasadekat dengan Allah". Jawaban yang diselingi dengan senyuman itu sungguh menggetarkan hati saya saat itu.