Pagi itu, jam pelajaran pertama adalah Bahasa Inggris. Seperti biasanya bu Ayu' mengajar dengan metode khas beliau, yaitu dengan diiringi cerita-cerita ringan yang tetap mengarah pada pokok materi pelajaran yang sedang diterangkan.
Setelah beberapa jam berlalu, namun belum juga terdengar bunyi bel yang menandakan jam istirahat. Sementara jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan lewat tiga puluh menit.
"Riz,, Riz,, Riz!!" keseriusan saya yang sedang dengerin cerita dari bu Ayu' terbuyarkan oleh sebuah calling dari arah belakang, yang tak lain adalah si Justin Bibir alias kamil.
"napha-napha?!?"
"ke kantin yu', gue laper banget nich belum sarapan!"
"ah' nanggung, paling lima belas menit lagi juga istirahat"
"kalo disuruh nunggu lima belas menit lagi, bisa-bisa gue lebih kurus dari loe!"
"Sial loe!! mau ngajakin ke kantin atau mau ngajakin ribut nich?"
"ya udah 'elo ganteng dech, makanya temenin gue ke kantin!!"
"iya-iya,, buruan loe minta ijin sana!".
Daripada nich anak rewel melulu, dan takutnya temen di bangku seberang mikir yang enggak-enggak. Coz dari tadi tuh bocah ngeliatin melulu. Jadinya saya iya'in aja. Karna letak kantin yang searah dengan toilet. So, si Justin ijinnya sama bu Ayu' mau ke toilet. Nggak mungkin kan, ngomong terus terang kalo kita mau ke kantin. ntar malah-malah bu Ayu'ikutan ke kantin, kan gawat tuch soalnya nggak ada yang buat bayarin.
Satu menit, dua menit, tiga menit. akhirnya mateng juga dua mangkok mie rebus yang kita pesen. Sengaja pesennya mie rebus, biar nggak terlalu lama nungguinnya. Soalnya kalo mau pesen mie ayam sekarang, bisa-bisa besok pagi baru jadi. 'kan agak lama juga tuch! Dan kita rada kurang sabar nungguinnya. Gimana tidak, kalo setelah diselidiki ternyata yang punya kantin baru mengejar-ngejar ayam milik penduduk sekitar yang sedang bengong. Kalo misalnya udah dapet, baru kemudian disembelih, dicabutin bulunya satu-satu, dibersihkan lagi, direbus dan dipotong kecil-kecil untuk mie ayam. Alangkah kasihannya nasib si pembeli!
Pernah sewaktu kelas satu, saya dalam posisi lapar yang sudah tak tertahankan. Belum sarapan. Karna pelajaran sedang kosong, saya berinisiatif untuk ke kantin. Mau makan diluar, tapi situasi kurang memungkinkan, coz nggak bisa mengontrol kelas yang siapa tau gurunya tiba-tiba dateng. Jadi terpikirlah kantin yang letaknya dibelakang bangunan kelas saya. Maka sayapun pesen mie ayam disitu. Tapi ditunggu-tunggu ternyata lama sekali. Setengah jam lebih belum jadi juga. Sampai guru kimia yang galaknya kayak
trio macan itu nongol dari arah kantor. Langsung aja saya kabur meninggalkan kantin lewat pintu samping, truz belagak dari toilet dan masuk ke kelas sambil menunjukkan expresi muka yang menyerupai closed. Namun ketika pelajaran sedang berlangsung, datang seorang gadis yang ternyata adalah anak dari ibu kantin mengetuk pintu kelas untuk mengantarkan mie ayam pesanan saya. Jelas saja saya kaget dan jadi bahan ketawaan makhluk-makhluk penghuni 'X~ B'.
*Dan baru aja kami menyantap beberapa sendok {emangnya kita kuda lumping}. Maksudnya beberapa suap.
#Duerr#
Tiba-tiba kami terkagetkan dengan suara gebrakan meja oleh bu Ayu'.
"Bagus ya. . . ! Bilangnya mau ke toilet, tapi malah nyasar ke kantin!!" kata bu Ayu' sembari mengacungkan jari telunjuknya dan diiringi juga oleh geleng-geleng kepalanya (hallaahh, dikira lagi dugem apa).
"iya, ini baru dari toilet koq bu'. Cuman mampir sebentar" ngelez Justin
*padahal ke toilet buat cuci tangan sebelum makan* Tapi apapun alasannya.
minumnya teh botol sosro Bu Ayu' tetap memberikan hukuman. Hukumannya adalah, menghabiskan mie yang sedang kami makan. Enak banget ya, hukumannya?? ENAK GUNDULMU! Tau nggak, disuruh ngehabisinnya dimana? DI DALAM TOILET. Kalo di toilet guru sich masih mending. Tapi ini di toilet yang disediain khusus buat murid cowok! Hedeuh, baunya aja. . . bikin saya nggak berselera untuk hidup. Namun, yang mengherankan saya. Koq si Justin nggak ngerasa jijik sedikitpun ya. . .? Atau. . . jangan-jangan, nich anak emang hobinya makan di toilet??
"ah, ibu kantin gimana sich?" kata Justin yang keliatannya agak kesel.
"iya tuch. Masa' bu Ayu' dateng nggak bilang-bilang" sambung saya dengan nada pelan. Soalnya takut kedengeran sama bu Ayu' yang sedari tadi ngawasin kita dengan senyum penuh kepuasan diatas penderitaan
kami saya.
"bukan gitu, tapi ini loch' ngasih kuah mie~nya kurang!"
"haah" saya cuman bisa melongo ngedengernya,
"loe beneran, kuahnya masih kurang??" tanyaku yang saat itu pengen banget ngebejek-bejek mukanya si Justin.
"ho'oh" jawab Justin singkat dan penuh harapan.
"coba loe liatin, ini apa?"
"closed. . ." jawab Justin kebingungan.
"Kalo yang ini apa'an?" lanjut saya sambil menunjuk kearah air yang berada diclosed.
"air. . . truz knapa?" balas Justin yang tambah bingung.
"naah, loe sendokin tuch air closed kalo kuahnya masih kurang!!"
. . .
Teet, teet, teeett. . . .
Kemudian, tanda bel istirahat berbunyi. Dan lumayan banyak juga murid yang berbondong-bondong ke toilet. Saat anak-anak yang ke toilet tersebut melihat kami sedang
asyik menikmati rasanya makan mie di dalam toilet. Merekapun mengeluarkan ponsel masing-masing dan mengambil gambar kami berdua. Waduh! Serasa jadi artis mendadak. Sejak kejadian itu, kami jadi terkenal di kalangan SMA 3. Banyak guru dan siswa-siswi yang sering minta foto bareng dan tanda tangan segala.