Rabu, 03 Mei 2017

HARDIKNAS

      Saya punya ponakan dari mas sama mbak saya. Semuanya ada enam. Yang dua merah, satunya kuning, dan yang tiga hijau cewek, tiga cowok, satunya lagi cowok juga. Kebetulan tiga hari kedepan saya libur kerja kan. Mana abis gajian lagi :D Meski suasana libur gini, saya ngga kayak manusia pada umumnya. Yang biasanya jalan-jalan, entah ke gunung, pantai, sawah, kuburan, rumah mantan, atau ke kuburan mantan. Tapi saya pikir jalan-jalan a.k.a refreshing hanya untuk orang yang lagi stress, banyak pikiran, jenuh oleh aktivitas keseharian, atau abis putus dari pacar. Hahahaa Dan kalo kamu nggak ada salah satu diantara alasan tersebut, bisa saya tebak. Pasti buat pamer di instagram. Salah satu ponakan saya namanya Oktavia. Jika dilihat dari namanya, keliatan kan' kalo dia lahir dibulan Oktaver??

       Hari ini, Hari Pendidikan Nasional (HarDikNas). Mungkin saya bukan lagi peserta didik, bukan pula seorang pendidik. Namun saya ingin turut merayakan HarDikNas itu dengan cara menumbuhkan minat baca kepada si-Via. Makanya dari pagi-pagi saya sudah kece badai muterin toko buku se-Antero Semarang. Mulai dari Gramedia pemuda, Togamas majapahit, Gramedia pandanaran, tapi tidak juga ketemu buku yang saya cari. Lohh emang nyari buku apaan sih?? Itu loh, Buku karya Astrid Lindgern.. 'Pippi si Kaus Kaki Panjang'. Ya iyalah, itu buku tahun berapa lagi?? Emang, itu buku mungkin cetakan jadul banget. Saking jadulnya itu buku sudah ada semenjak penulisnya belom lahir. (terus yang nulis siapa? hihihi). Betewe, Astrid Lindgern ini hebat banget. Karna buku yang ia hasilkan telah merubah sistem pendidikan di negeri asalnya.

      Akhirnya saya kembali lagi mengunjungi tempat ini>>>

Toko buku favoritsaya. Ibarat penjual makanan, enak, murah, dapat banyak :'D Udah gitu anaknya cantik lagi. Namanya Bambang. Saya juga baru lihat setelah beberapa kali kesini.

     "nyari buku ini ya, Dek?" Sapa pemilik toko tersebut sembari menyodorkan sebuah buku kepada saya yang tengah asyik ngubek-ngubek tumpukan buku.
   Waktu saya lihat buku tersebut, ternyata buku karya Boy Chandra. Eit, tapi bentar dulu. Judul bukunya 'sebuah usaha melupakan'.
     "Ah' ibuk ini, emang tampang saya kayak orang lagi galau karna bersusah-payah melupakan mantan aoa..."
     "iya, itu dikeningnya ada tulisan 'Kangen Mantan'. eheuheuheu" ledek ibu tersebut.
     "Enggak lah, buk. kalo saya sedih akibat terus kepikiran mantan, yang ada saya makin sedih jika baca buku begituan. Mending ngisi buku TTS, karna TTS bikin sedih jadi susah. Tapi ini saya lagi nyari buku novel anak kok, buk. Buat ponakan saya..."
     "Sebentar yaa, biar dibantu cari  sama anak ibuk. Bang,, Bambang,, mas'e rewangi nggolek buku".

   Tapi alangkah kagetnya saya ketika yang keluar malah sesosok wanita cantik bak bidadari dari semak-semak.
     "Loh, cantik-cantik kok namanya Bambang, buk?" tanya saya heran
     "Enak aja, nama saya Deby. Maklum, belakangan ini ibu saya kebanyakan nonton film Thailand, jadinya begitu."
     "ngomong-ngomong, ada yang bisa saya bantu mas?" tanya gadis dengan senyum manis itu.
     "oh iya, saya nyari buku novel anak. Tapi yang bagus yaa, buat ponakan saya soalnya" pinta saya.
     "kakak PK KKPK mau? emang ponakannya usia berapa?"
     "Kelas enam SD"

   Deby menyodorkan sejumlah buku ke hadapan saya. Sementara ibunya sedang melayani pembeli lain.
     "wah, tumben disini serame ini ya,,, apa karna kebetulan pas HarDikNas?" saya bertanya heran karna biasanya tidak seramai ini ketika saya kesini.
     "enggak juga, emang kalo jam segini sudah jadwalnya rame. Dan akan lebih rame lagi kalo pas musim sekolah mulai masuk."

   Kemudian Deby mempersilahkan saya duduk untuk memilih-milih buku yang cocok saya berikan kepada ponakan dirumah. Selama saya duduk, saya sempat diceritakan asal-usul hingga makna HARDIKNAS oleh Deby. Ternyata anak ini wawasannya sangat luas, mungkin karna setiap hari makanannya sandwich buku kali ya...
  
   Kata Deby, ternyata HARDIKNAS yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan kelahiran Bapak pejuang bangsa yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau tidak kenal lelah dalam memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar bisa memperoleh pendidikan dengan layak. Dimana pada saat itu, hanya orang keturunan Belanda dan para Bangsawan saja yang bisa memperoleh pendidikan.

   Dan untuk memaknai Hari Pendidikan Nasional kita tak cukup hanya memperingati dengan upacara saja. Tapikita harus memiliki gagasan baru yang sesuai dengan pola pikir serta akar budaya masyarakat di negeri ini. Contohnya, sekarang ini saya setidaknya memulai dari diri sendiri. Di Hari Pendidikan Nasional ini, saya memulai menanamkan minat membaca kepada keponakan saya. Siapa tau suatu saat, bisa berkembang menjadi masyarakat sekitar yang saya ajak untuk menyukai budaya membaca. Tiba-tiba lamunan saya yang terbuai akan kata-kata Deby, terbuyarkan oleh sepasang laki-laki dan perempuan muda yang tengah duduk di bawah pohon rindang dan tak jauh dari tempat saya duduk. Rupanya mereka juga sedang memperingati HarDikNas.

   Sekilas dari perbincangan merekayang saya dengar, seperti ini;
Laki-laki    :   Tapi aku sangat mencintaimu.
Perempuan : Bukankah sudah pernah aku katakan. Aku lebih nyaman menganggapmu sebagai kakakku.

   Ya, rupanya mereka tengah memperingati HarDikNas dengan cara mereka sendiri. Selamat HARi aDIk-Kakak NASional.


























































Senin, 10 April 2017

Mental Cemen

Saya punya temen, satu kosan. Dia sering menyombongkan diri kalo lagi ngomong sama saya. Bahkan tak jarang saya dikatakannya cemen. Temen saya ini orangnya perokok berat. Suatu hari saya sedang duduk di teras kosan berdua dengan cewek, yang punya kosan (ibu kos :D). Tiba-tiba temen saya muncul dan langsung nawarin rokok. "rokok bro.." sambil nyodorin sebungkus rokok, temen saya pun dengan pedenya juga menghembuskan asap dari rokok yang sebelumnya telah dia hisap. Kontan saja ibu kos yang sedari tadi ngobrol sama saya yang ujung-ujungnya pasti hendak nagih uang kosan pun ngeloyor pergi. Sebenernya temen saya ini tau, kalo saya bukan seorang perokok. Tapi entah kenapa masih aja saya ditawarinnya. Mungkin sekedar untuk basa-basi. Makanya, saya merima tawarannya baik-baik (loh?? Maksudnya terima rokoknya, trus colokin ke matanya). Dan lagi-lagi temen saya ini ngatain saya cemen. Katanya "laki macam apa kamu bro, ngerokok enggak.. Minum enggak... Hah, cemen!". Saya sih cuman mesem. Karna prinsip saya, laki-laki itu adalah yang jauh dari penyakit. Setidaknya, sudah beberapa tahun ini saya tidak pernah sakit. Bukannya mengharap sih... Hanya saja, males banget kalo harus pergi ke dokter. Gimana nggak?? Terakhir kali saya kedokter, ditanyain gini sama dokternya "sakitnya apa mas?". Coba aja pikir, saya ke dokter buat periksa sakit apa.. Eh malah dokternya yang nanya ke saya. Hahaa
Bagi saya kaitannya dengan sebuah harga diri, jika laki-laki harus sakit. Biarlah orang menganggap saya cemen karna hal yang tidak penting.

Kamis, 06 April 2017

Gara-gara Facebook

            Hari ini saya lagi suntuk banget, seperti nggak ada gairah hidup. Buka facebook juga makin suntuk, isinya status-status alay semua. Ah' sial, ternyata yang saya buka profil saya sendiri. Entah berapa banyak status yang berisi pesan negatif yang telah saya baca di beranda saya hari ini. Kenapa tidak ada yang memposting status yg positif..yg bisa membuat hati damai..yg tidak menyinggung perasaan orang lain..yg tidak berisi keluhan...yg tidak mencaci maki...yg selalu berisi ucapan syukur.. tidak berupa fitnah..tidak mengandung unsur SARA.. Apalagi kalo pas pertengahan bulan. Ketika gajian udah lewat, sementara gajian berikutnya masih lama :D Sabar yaa
             Meski demikian, banyak kok manfaat positif facebook. Contohnya ada yang menggunakan untuk sarana promosi dalam berjualan. Bahkan tak jarang masyarakat menemukan jodoh mereka lewat facebook. Sewaktu melihat beranda facebook, ada satu status yang menarik hati saya. Yaitu status lajang dari Eva. Kalo ngomongin Eva, saya jadi teringat waktu pertama kali ngajak ngobrol via messenger.
Saya :    Halo..
Eva   :    iya
Saya :    lagi sibuk apa nih?
Eva   :    nggak lagi sibuk
Eva   :    lagi santai aja. kamu?
Saya :    aku lagi nunggu pesenan nasi goreng, lama banget. udah hampir sejam. padahal keburu laper.
Eva   :    maksudnya, kamu siapa yaa?
Saya  :   whua 'a 'a 'a.. aku buto

Status facebook Eva kayak gini,
 'Ada cahaya diantara gelap'
'Sesungguhnya ada kemudahan bersama kesulitan Al-Insyiroh:6'
Dari ayat tersebut kita tahu, bahwa sebagai manusia kita harus bersabar dalam menghadapi kesulitan. Karna jika kita mau bersabar maka Tuhan akan memberikan kemudahan. Tapi ternyata ada paradigma baru yang berkaitan dengan hal tersebut. Yang membuka penafsiran lebih luas dari sekedar sabar. Kita bisa menganalogikan seperti sekarung beras. Pada sekarung beras kita akan menemukan tali simpul yang terletak di bagian atas karung tersebut. Cara membukanya ialah dengan memotong dua helai tali pada bagian belakang di salah satu sisinya. Dan ketika ujung tali tersebut ditarik, karung tersebut akan terbuka dengan rapi tanpa membuat beras yang ada di dalamnya jatuh berhamburan. Coba bayangkan, seandainya kita tidak tau kegunaan dari tali simpul tersebut. Pasti kita akan bertanya-tanya, Kenapa harus ada tulisan 'buka disini '
Dan mungkin kita akan memotong tali tersebut satu demi satu, yang tentunya bikin ribet. Tapi ketika kita tau cara membukanya, kita akan berbisik 'oh,, ternyata mudah kok, ngebukanya'. Begitu juga saat Tuhan memasang tali simpul dalam hidup kita, seakan-akan terlihat sulit untuk dijalani. Supaya makna kehidupan tidak tertumpah ruah,Tuhan juga menyediakan titik rahasia untuk digunakan dalam membuka tali simpul dengan mudah. Hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya, karna kurangnya rasa syukur kita. Bahwa selain diberi hati untuk bersabar, kita juga diberikan otak untuk berfikir.


            Entah kenapa setiap kali membaca status yang di publish oleh Eva, saya merasa lebih bersmangat. Karna dia selalu memposting sesuatu yang positif, sehingga memperluas sudut pandang saya dalam memaknai hidup.Dan hal itu membuat saya ingin menjalin status dengan dia. Makanya, saat ini saya lagi ngajak chatting buat PDKT.
Saya  :    "Halo .."
Eva    :    "iya"
Saya  :    "lagi apa"(pertanyaan ini lagi)
Eva   :    "lagi chatting, sama orang paling cakep sedunia"
Saya  :   "ah' kamu bisa aja.."
Eva   :   "tapi dia ngga bales-bales"
Eva   :   "malah kamu yang bales"
Saya  : @#$%@##^