Ini cerpense (cerita pendek sekali) saya berikutnya. . . .
Sebentar lagi ujian nasional, anak-anak menjadi rajin kemasjid yang letaknya di sebelah sekolah pada waktu istirahat. Memang, akhir-akhir ini anak-anak lagi pada demam ke masjid. Apalagi kalo udah waktunya shalat dzuhur. Anak-anak kelas 3 pasti memenuhi sof (baris) depan. Padahal biasanya, kalo disuruh shalat aja mesthi kejar-kejaran dulu dengan sang guru. Malahan, ada yang ngajakin main petak umpet lagi. Karna saya yang tadi datangnya agak telat (gara-gara si Justin ngajakin makan dulu dikantin, soalnya kalo waktu shalat dzuhur banyak cewe dikantin) jadinya ketinggalan di rakaat pertama dech. Dan ketika semuanya sudah selesai shalat (kecuali saya & Justin yang harus membayar ketertinggalan satu rakaat). Saat saya sedang sujud, tiba-tiba terdengar suara temen saya disebelah yang waktu itu sedang berdo'a. Tau nggak bunyi do'anya gimana? Begini nich "ya, Allah. . . Semoga ketika menghadapi ujian nasional nanti, pengawasnya tidak ada yang galax. . . kalo bisa yang orangnya culun!" (bukannya minta diberikan soal yang mudah-mudah, tapi malah minta pengawasnya yang nggak galak + culun). Kontan saja, saya yang tadinya lagi khusyu'-khusyu'nya shalat, iman saya jadi down karna mendengar do'a yang terlalu polos itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar